Roger Federer Rebut Gelar Raja Wimbledon

Roger Federer, petenis berkebangsaan Swiss baru saja mencetak sejarah pada pentas Wimbledon karena sukses menambatkan namanya sebagai petenis paling produktif pada era terbuka karena sukses meraih gelar paling banyak pada pertandingan tertua di lapangan rumput. Meskipun demikian nyatanya ia tetap rendah hati dan enggan memastikan bahwa gelar tersebut akan tetap berada di tangannya lagi tahun depan.

 

Berhasil mengalahkan Marin Cilic untuk menjadi raja Wimbledon

Pencapaian petenis berusia 35 tahun tersebut pada All England Club memang dapat dikatakan fantastis. Sempat tenggelam selama beberapa tahun terakhir, ternyata di tahun ini ia berhasil tampil gemilang. Ia sukses merebut dua gelar yaitu Wimbledon dan Australia Terbuka edisi 2017. Setelah berhasil menundukkan Marin Cillic tiga set langsung 6-3, 6-1, dan 6-4 emosi Federer akhirnya meluap pada babak terakhir.

 

Gelar ke-8 Wimbledon tersebut bisa jadi adalah piala togel singapura terakhir yang bisa diboyongnya. Usia yang mulai menua serta cedera kambuhan yang dideritanya adalah kendala yang pasti menyulitkannya untuk mempertahankan gelar di tahun depan. Tampilnya Federer di tahun ini pada puncak Wimbledon memang merupakan catatan bersejarah dalam olahraga tenis dunia. Ini mengingat kondisinya yang sempat vakum selama 6 bulan karena cedera dan tersisih di tahun lalu, maka banyak kalangan memprediksi bahwa karier petenis nomor satu dunia tersebut telah berakhir.

 

Faktanya Federer dapat membuktikan bahwa ia berhasil merebut gelar pada Australia Terbuka. Pecinta tenis dunia pun dibuat tercengang oleh atlet pejuang ini. Ia mengatakan bahwa dirinya tak menyangka sanggup meraih gelar tersebut walaupun merasa benar-benar bahagia. Meskipun demikian ia juga menyadari bahwa tak lama lagi waktunya untuk bertahan dan saat ini lebih memprioritaskan kesehatannya.

 

Rekor yang berhasil diraih Federer

Tak hanya sukses meraih gelar tertinggi pada laga puncak Wimbledon, berikut ini adalah 6 rekor yang juga disematkan pada Raja Wimbledon tersebut, sesuai yang dilansir oleh Sportskeeda.

  1. Peraih gelar paling banyak di grand slam pada era terbuka bila dibandingkan atlet tenis baik pria atau wanita dimana pun

Gelar kedelapan yang berhasil diperoleh  Federer akhir pekan kemarin berhasil menggeser Pete Sampras yang mendapat tujuh gelar. Federer lebih unggul dengan 3 gelar semenjak meraih juara pada gelaran Australia Terbuka 2010, Wimbledon di tahun 2012, serta Australia Terbuka di tahun ini. Hingga kini total Federer telah mengoleksi 19 gelar grand slam serta telah mengungguli perolehan mantan ratu tenis dunia Martina Navratilova serta Chris Evert. Dengan perolehan 19 gelar ini Federer menjadi setara dengan Steffi Graf, Serena Williams, serta Margaret Court.

  1. Meraih gelar Grand Slam terbanyak dibandingkan petenis mana pun pada era terbuka grand slam

Mulai tahun 2004 sampai 2007 adalah tahun Grand Slam bagi Federer. Ia sukses menyapu bersih 4 gelar, sementara pada 2007 ia hanya kehilangan gelar pada event Prancis Terbuka. Tahun ini  ia menyabet dua gelar pada Australia Terbuka serta Wimbledon dan menjadi tahun keenam Federer meraih gelar multiple yang sebelumnya diperoleh di tahun 2004, 2005, 2006, 2007, serta 2009.

  1. Peraih tiket final Wimbledon pada era terbuka kedua terbanyak

Setelah berhasil mengungguli Tomas Berdych pada semifinal, Federer mencetak rekor sebagai atlet yang paling banyak kedua lolos pada partai puncak.

  1. Petenis tertua nomor dua yang sukses menembus final pada era terbuka

Rekor sebagai pemain tertua yang berlaga pada final Wimbledon diraih oleh Kenneth Rosewall di tahun 1974, sementara Federer berusia 35 tahun dan 340 hari saat meraih gelar tersebut.

  1. Petenis pria yang mendapat gelar terbanyak Wimbledon

Kesuksesan  Federer berhasil mengungguli Pete Sampras yang di tahun 2012 berhasil meraih hingga 7 gelar.

  1. Petenis pria tertua peraih gelar Wimbledon pada era terbuka

Ia pun sukses mencetak rekor sebagai atlet tenis tertua yang menjadi juara di Wimbledon dengan 8 gelar. Rekor sebelumnya adalah milik Arthur Ashe berusia 31 tahun.