Permintaan Maaf dari Donnarumma pada Fans AC Milan

Permintaan maaf sempat diluncurkan dari mulut kiper andalan dari AC Milan, Gianlugi Donnarumma. Ucapan maaf yang ia sampaikan merupakan bentuk permintaan maaf atas drama yang sudah diciptakannya belakangan ini.

Donnarumma Bakal Bertahan di Milan

Beberapa waktu yang lalu, Gianlugi Donnarumma sempat memancing amarah dari para fans Milan setelah dirinya menolak untuk menambah durasi kerjanya di San Siro. Kontrak lama sang kiper itu pasalnya akan segera berakhir, yakni pada tahun 2018. Cap yang diberikan kepada Gianlugi Donnarumma adalah “pengkhianat”. Setidaknya kata itu lah yang sempat diberikan oleh para fans Milan kepada dirinya lantaran enggan mengabdi lebih lama lagi bersama tim yang diasuh oleh Vincenzo Montella itu.

Setelah berhari-hari dirinya mendapatkan tekanan luar biasa dari banyak supporter, kiper muda 18 tahun tersebut akhirnya setuju untuk meneken kontrak anyarnya bersama dengan Milan. Gianlugi Donnarumma berkomitmen membela tim tersebut untuk 4 tahun ke depan atau sampai Juni 2021. “Saya minta maaf kepada para fans yang merasa dikhianati, bukan maksud saya untuk melakukan hal itu,” ucapnya dilansir dari FourFourTwo.

“Saya meminta maaf kepada mereka sekaligus saya berterimakasih atas rasa cinta yang mereka sudah tunjukkan dalam dua tahun terakhir ini. saya sangat bangga bisa berada di sini,” imbuh penjaga gawang Timnas Italia tersebut.

Masalah kontraknya dengan Milan membuat Gianlugi Donnarumma diincar oleh klub-klub besar dan mapan asal Eropa. Sebut saja, yang paling menginginkannya adalah Real Madrid yang sering dikaitkan dengan pria berpostur 196 cm tersebut. Penampilan apiknya di bawah mistar gawang menjadi salah satu alasan Gianlugi Donnarumma diminati oleh banyak tim TOP. Pada Liga Italia tahun 2016-2107 ia berhasil mengukir sebuah prestasi, rata-rata 3.55 penyelamatan per laga.

Gianlugi Donnarumma berhasil mengungguli kiper Juventus sekaligus seniornya di Timnas, Gianluigi Buffon yang mana memiliki catatan 2.03 penyelamatan selama pertandingan.

Montella Senang Donnarumma Bertahan di Milan

Vincenzo Montella, pelatih AC Milan, bisa bernapas lega setelah drama ‘opera sabun’ yang panjang yang dibintangi oleh Gianlugi Donnarumma akhirnya berakhir dengan baik. Gianlugi Donnarumma memutuskan untuk memperpanjang kontrak kerjanya dengan AC Milan. Kontroversi dan spekulasi kiper muda 18 tahun tersebut disudahi dengan kesepakatan kontrak hingga 2021.

Gianlugi Donnarumma menandatangani perpanjangan kontrak dengan AC Milan di hadapan para fans pada hari Rabu kemarin (12/7) waktu setempat. Kesepakatan tersebut diselipi dengan kontrak untuk kakak kandungnya Antonio Donnarumma yang juga bakal bergabung dengan AC Milan. Montella menyatakan, “Sungguh itu adalah sebuah ‘opera sabun’ yang panjang. Tapi yang terpenting adalah tercapainya hasil akhir. Gianlugi Donnarumma sudah seperti anak untuk kami. Sekarang yang ia butuhkan adalah dukungan agar dirinya bisa fokus dan bisa tampil lebih baik lagi. Saya senang dan saya juga yakni kalau ini merupakan pilihan yang tepat baginya.”

Sang kiper pasalnya bakal menerima gaji sebesar 6 juta Euro per tahun. Ia bakal menjadi pemain termahal ketiga setelah Daniele de Rossi (AS Roma dengan 6,5 juta Euro per tahun) dan Gonzalo Higuan (Juventus, 7,5 juta Euro per tahun) di Serie A.

Gianlugi Donnarumma juga bakal dipagari dengan klausul 100 juta Euro apabila Milan bisa lolos ke Liga Champions. Jumlah togel online tersebut akan merosot menjadi setengahnya apabila Milan gagal berpartisipasi di kompetisi paling tinggi antar klub Eropa itu pada musim berikutnya.

Conte Anggap Tottenham Punya Kelebihan dalam Perburuan Gelar Juara Dibanding Chelsea

Antonio Conte, sang manajer Chelsea, mempunyai opini tersendiri saat ditanya soal Tottenham Hotspur. Menurutnya, musim ini Spurs sebenarnya mempunyai banyak kelebihan dibandingkan Chelsea untuk menjadi juara jika dilihat dari pencapaian musim ini. ia percaya sebenarnya Spurs mampu untuk menjadi juara musim ini di Liga Primer Inggris.

Conte Anggap Spurs Punya Kelebihan dibanding Chelsea

Seperti yang diketahui, Spurs menjadi saingan Chelsea yang paling dekat untuk saat ini. mereka bersaing untuk mendapatkan gelar juara musim ini. Namun kekalahan tim didikan dari Maurico Pochettino itu harus mereka terima saat beradu dengan West Ham United dengan skor 1-0 pada hari Jumat (5/5) pekan lalu. Hal ini merugikan tentu bagi Spurs, namun bagi The Blues, tentunya ini membawa hasil yang positif. Mereka bisa semakin lebih dekat dengan gelar juara Liga Primer Inggris yang mana sudah mereka idam-idamkan sebelumnya.

Ditambah lagi, gelandang Chelsea, N’Golo Kante, dinobatkan sebagai pemain terbaik dua kali dalam musim ini. sebelumnya, Kante dinobatkan sebagai pemain terbaik musim ini oleh PFA dan sekarang ia kembali mendapatkan predikat pemain terbaik musim ini oleh Asosiasi Penulis Sepakbola. Tentunya hal ini membuat Conte, Chelsea, dan pendukungnya merasa semakin termotivasi untuk memenangkan laga Primer Inggris musim ini.

Selasa (9/5) dini hari nanti adalah laga besar bagi Chelsea dan Middlesbrough. Jika Chelsea bisa memenangkan pertandingan itu, hasil kemenangannya itu akan membuat sang lawan terdegradasi. Setelah itu, mereka akan tanding lawan West Bromwich Albion pada hari Sabtu (13/5). Dan apabila mereka menang lagi melawan West Brom Albion, maka bisa dipastikan mereka menjadi juara sebelum Spurs tanding melawan tim raksasa, Manchester United pada hari Minggunya (14/5).

Pencapaian Chelsea Musim Ini

Di sepanjang musim ini memang Chelsea tak bermain di kompetisi antar klub Eropa dikarenakan di LIga Primer Inggris musim 2015/2016 hanya mampu finis di posisi ke-10 saja. Sementara itu, Spurs harus membagi fokus dan konsentrasi mereka untuk bermain di tiga laga sekaligus. Yang pertama adalah Liga Primer Inggris, lalu Liga Champions dan yang terakhir adalah Liga Europe yang mana nampaknya di musim ini tak begitu berjalan sangat mulus bagi mereka.

Namun dibandingkan melihat faktor keikutsertaan pada kompetisi Eropa sebagai suatu hal yang bisa membantu Chelsea bisa lebih fokus menjuarai Liga Primer, Conte sendiri merasa pengasuh Spurs, Pochettino yang sudah tiga musim berjuang melatih Spurs dan skuat yang jauh lebih mapan sebenarnya merupakan sebuah keunggulan untuk Spurs. Hal ini ia bandingkan dengan kondisi dari tim asuhannya, Chelsea, pada awal musim ini.

Mantan pelatih Juventus itu mengungkapkan pendapatnya pada Goal International, “Saya memang harus jujur tentang topik ini. saya berpikir bahwa Tottenham punya kelebihan, ya, jika anda membandingkan mereka dengan Chelsea. Karena Pochettino adalah seorang manajer yang sangat bagus dan bisa bekerja dengan timnya untuk tahun yang ketiga.”

“Musim yang lalu Spurs bersaing untuk menjadi juara liga dan saat itu Chelsea hanya finis di urutan ke-10. Anda bisa juga membandingkan aktivitas kami di bursa togel hongkong transfer dengan Spurs. Karena itu lah saya pikir memang Tottenham saat ini punya keuntungan. Jika musim ini Chelsea tidak memberikan performa yang baik seperti sekarang mungkin Tottenham sudah bisa mengalahkan kami dengan mudah. Hanya saja performa hebat dari kami yang membuat mereka harus berjuang sangat dan lebih keras guna menjadi juara,” tutupnya.

N’Golo dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik 2017 Versi Penulis Sepakbola

Asosiasi Penulis Sepakbola (FWA) kembali menobatkan N’Golo Kante, gelandang Chelsea, menjadi pemain terbaik musim ini. penghargaan ini pasalnya kali kedua bagi Kante karena sebelumnya sang gelandang handal itu dinobatkan sebagai PFA Player of the Year. Rekan Kante sendiri, Eden Hazard, finis di tempat ke-2 dan setelah itu diikuti oleh Dele Alli, gelandang Tottenham Hotspur.

Ucapan Syukur Kante

Setelah menerima penghargaan, Kante juga sempat memberikan komentarnya. “Hal ini merupakan hal yang sangat fantastis, bisa memenangkan penghargaan macam ini. dengan banyaknya pemain yang hebat di Liga Primer dan Chelsea, dan Asosiasi Penulis Sepakbola menetapkan saya sebagai pemain sepakbola yang terbaik tahun ini. momen ini adalah momen yang paling membanggakan di sepanjang karier saya,” ungkap sang gelandang itu.

Kante juga berpeluang untuk menutup musim debutnya di Stamford Bridge dengan satu gelar Poker online yang sangat membanggakan yakni Liga Primer Inggris. Jika Chelsea bisa mengalahkan Middlesbrough, maka mereka akan menjadi juara bagi dua laga beruntun.

Jika mereka bisa mengamankan gelar, maka Kante akan bergabung dengan sejumlah pemain yang sudah memenangkan gelar bergengsi di Inggris ini secara beruntun dengan jumlah 2 klub yang berbeda. Kante tentunya turut berperan sangat penting dalam proses juara Leicester City tepatnya 12 bulan yang lalu.

Michy Batshuayi: Kante sama dengan Lionel Messi

Begitu banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh gelandang Chelsea, N’Golo Kante. Salah satunya ia menunjukkan kemampuan hebatnya selain merebut bola saat membantu tim didikan Antonio Conte untuk meraih kemenangan di atas Southampton pada bulan April lalu dengan skor 4-2, ia juga turut serta berperan dalam kemenangan Leicester City 1 tahun yang lalu. Kante kerap kali menunjukkan kemampuan dribelnya dalam melewati pemain-pemain lawan di laga menghadapi Southampton. Hal itu membuat Michy Batshuayi menyebutnya sebagai titisan Messi. Ia memberikan julukan tersendiri bagi Kante yakni, N’Golo Messi.

Dalam dua musim terakhir memang gelandang Chelsea itu banyak menuai pujian karena kemampuannya menahan dan merebut bola. Performa bagus yang dimiliki pemain 26 tahun ini membuatnya meraih penghargaan terbaik lagi dari Asosiasi Penulis Sepakbola dan sebelumnya dari PFA Tahun ini juga. Ditambah lagi, ia punya peluang sangat besar untuk menutup musim ini dengan gelar Juara Liga Primer Inggris untuk kali kedua secara beruntun yang mana musim lalu ia dapatkan dengan Leicester City.

Kendati demikian, Kanten menunjukkan kemampuannya selain merebut bola saat menaklukkan Southampton. Gelandang asal Perancis itu mampu menggiring bola serta melewati beberapa pemain lawa seperti bintang Barcelona, Lionel Messi dengan gaya dan strategi yang sangat apik. Namun saat itu aksi individunya itu tidak jua berujung manis dan berujung gold dan assist. Tetap saja, ia menarik perhatian banyak orang karena ia menjadi pemain dengan gaya main yang konsisten bahkan lebih baik di sepanjang musim. Tidak hanya itu, gaya penyerangan dan pertahanannya dinilai sangat mirip dengan Lionel Messi yang mana pemain hebat dunia. Namun Kante sendiri belum memberikan pernyataan resmi tentang dirinya yang dinilai mirip dengan sang pemain terbaik dari Barcelona itu.

Di laga melawan Southampton, ia memang belum bisa menyumbangkan gol. Mereka adalaha Gary Cahill, Eden Hazard, dan juga dua gol dari Diego Costa yang berperan memenangkan Chelsea unggul dari Southampton. Sedangkan saat itu Southampton hanya bisa membalas lewat gol dari Oriol Romeu dan Ryan Bertrand menjelang usainya babak kedua.

 

 

 

 

 

 

 

Jose Mourinho ‘Permalukan’ Pemainnya Sendiri di Lapangan!

Manajer Manchester United Jose Mourinho dikabarkan telah mempermalukan pemainnya sendiri dengan mempertanyakan komitmen mereka, kata mantan striker Blackburn, Chris Sutton. Hal semacam itu sebenarnya tidak perlu terjadi di depan umum dan cukup menjadi perbincangan di ruang ganti atau tempat latihan. Tentunya, siapapun akan merasa tersinggung ketika ditanya tentang komitmen sedang si pemain sedang berusaha keras untuk membela tim.

Mourinho Permalukan Luke Shaw

Mourinho mengatakan kepada Luke Shaw bahwa ia harus “tumbuh dewasa, matang dan mengerti permainan dengan lebih baik” setelah dia masuk dalam pertandingan imbang bulan lalu dengan Everton. Dari sini, Mourinho tampak mengkritik keinginan Luke Shaw, Chris Smalling dan Phil Jones untuk kembali bermain usai mengalami cedera.

Chris Sutton mengatakan kepada BBC bahwa Mourinho mengambil resiko dengan membalikkan optimisme para pemain di dalam melawan dirinya. Menurut Sutton, untuk memalukan para pemain yang sebelumnya tidak bermain dikarenakan rasa sakit sangatlah tidak adil. Seperti diketahui jika bek kiri Shaw akan melewatkan sisa musim ini dengan cedera kaki yang ia dapatkan saat bermain imbang 1-1, United dengan Swansea pada hari Minggu.

Baik Jones, yang memiliki cedera kaki, atau Smalling, yang mengalami cedera lutut, telah bermain untuk United sejak 19 Maret namun mereka akan dikembalikan ke bangku cadangan Bandar togel sgp. Sutton menambahkan jika manajer seharusnya akan mengatakan hal-hal sensitif di ruang ganti dan mendukung para pemain ketika berada di depan umum. Apa yang dilakukan Mourinho hanya akan menyebabkan masalah.

Berbicara tentang Shaw pada bulan April, Mou mengatakan ia tidak dapat membandingkan cara Shaw berlatih dan berkomitmen, fokus, ambisi, dia bisa lebih baik dari itu. Setelah bermain imbang hari Minggu dengan Swansea, Mou mengatakan dalam sebuah konferensi pers: “Saya lebih memilih untuk tidak berbicara tentang Phil Jones dan Chris Smalling. “Saya lebih suka berbicara tentang Juan Mata yang memberikan segalanya untuk tersedia. Saya bersyukur untuk itu.”

Mourinho Bangga Dengan Apa yang Ia Lakukan

Jose Mourinho mengatakan bahwa dia telah memulihkan “kebahagiaan, kepercayaan, keyakinan dan kekuatan” skuad Manchester United yang kurang ketika berada di bawah Louis van Gaal. Bos United tersebut mengatakan bahwa pemain baru yang tiba di musim panas akan bergabung dengan sebuah skuad dan “siap untuk melakukan hal-hal besar”. Mungkin, ini yang membuat Mou juga yakin dengan apa yang telah ia lakukan termasuk kepada Shaw.

Seperti diketahui jika Van Gaal dipecat pada Mei lalu setelah memenangkan Piala FA namun gagal lolos ke Liga Champions. Di musim pertamanya di Old Trafford, Mourinho telah memenangkan Piala Liga dan masih bisa finis di posisi empat besar. Dia juga membimbing timnya ke semifinal Liga Europa. Mourinho mengatakan: “Saya pikir Tuan Van Gaal meninggalkan sekelompok anak laki-laki dengan hubungan baik di antara mereka.

“(Akan tetapi) saya pikir mereka merindukan kebahagiaan, mereka merindukan kepercayaan, kepercayaan, sedikit tambahan yang membawa kekuatan, perlawanan dan mereka memilikinya (sekarang)”, lanjut Mou.

Ya, saat ini memang Manchester United kembali mendapatkan kepercayaan diri dan telah menemukan ritme bermain mereka setelah sebelumnya di awal kepemimpinan Mou mereka mengalami banyak masalah. Mou sangat yakin dengan apa yang telah ia lakukan kepada para pemain dan timnya. Jika ia ‘mempermalukan’ pemainnya dengan menanyakan komitmen dan keseriusannya di dalam bermain di depan umum, tentu ada sesuatu yang lebih besar dari pada itu yang ia tidak tunjukan kepada umum.