Hasil Vonis Kasus Korupsi Alat Kesehatan

Hasil vonis terhadap kasus alat kesehatan yang menjerat mantan menteri kesehatan siti fadilah, dijatuhkan hari ini. Majelis hakim tindak pidana korupsi (TIPIKOR) pengadilan negeri bjakarta pusat, menjatuhkan vonis terhadap siti fadilah supari empat tahun penjara. Selain itu harus membayar denda sebesar Rp 200 juta. Vonis yang diberikan oleh hakim lebih ringan dibandingkan vonis yang diajukan oleh tuntunan jaksa penuntut umum. Jaksa penuntut umum mengajukan kurungan empat tahun penjara dan denda uang sebesar Rp 500 jita.

Akhir Vonis Kasus Korupsi Alat Kesehatan

Kasus ini sudah melakukan sidang dan pemeriksaan yang panjang. Siti fadillah supari terbukti melakukan tindak pidana korupsi terhadap alat kesehatan. Melalui berbagai bukti yang sudah dikumpulkan, mantan menteri kesehatan di vonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 jita. Jika denda tersebut tidak dibayar selama satu bulan, maka harta benda yang dimiliki akan dilelang dan jika tidak memiliki harta, akan diganti dengan penjara selama enam bulan.

Vonis yang diberikan lebih ringan dibandingkan jaksa penuntut umum, karena selama persidangan terdakwa selalu bersikap sopan. Selain itu terdakwa dewa poker pernah membantu mengatasi wabah flu burung yang pernah menyerang indonesia. Bahkan terdakwa sudah menitipkan uang sebsar Rp 1,35 milliar. Untuk hal yang memberatkan siti fadilah karena terdakwa tidak mengakui  apa yang sudah ia perbuat. Selain itu ia tidak mendukung program pemerintah yang memberantas korupsi di indonesia.

Mantan menteri kesehatan ini diduga telah menunjuk  PT Indofarma TBk, untuk proyek pengadaan alat kesehatan pada tahun 2005. Proyek ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian luar biasa. Ia meminta surat kuasa dari pejabat pembuat komitmen kemenkes untuk memilih indofarma secara pribadi. Lalu indofarma memiliki PT Mitra Medidua untuk menyelesaikan proyek. Dari hal ini PT indofarma mendapat untung Rp 1,5 milliar dan telah merugikan negara sebesar Rp 6.1 milliar. Siti Fadilah juga diduga sudah menerikam uang sebesar Rp 1,85 milliar dari Pt Graha Ismaya.

Nasib Amien Rais Di Kasus Alat Kesehatan

Lalu bagaimana kelanjutan nasib amien rais di kasus alat kesehatan ini? sebelumnya, siti fadilah menyebut nama amien rais dalam daftar orang yang menerima suap pengadaan alat kesehatan. Mantan ketua MPR ini, diduga telah menerima uang Rp 600 juta. Uang tersebut diberikan dari sekretaris yayasan sutrisno bachir foundtation. Pihak pengacara mengatakan, uang yang diterima amien rais ini belum  tentu berasal dari aliran dana korupsi pengadaan alat kesehatan. Karena kurang relevan dengan yang disebutkan di pengadilan.

KPK pun tidak akan asal menyebutkan nama yang menerima aliran dana, jika tidak ada bukti. Amien rais mendapatkan uang sebesar Rp 600 juta secara bertahap. Uang yang masuk ke rekening amien rais diduga berasal dari PT Mitra medidua yang mengerjakan proyek pengadaan alat kesehatan. Uang tersebut ditransfer terlebih dahulu ke rekening yayasan SBF.

Rincian pengiriman uang dimulai dari tanggal 24 november 2005 sebesar Rp 50 juta, tanggal 12 januari 2006 sebesar Rp 600 juta, tanggal 16 maret 2006 Rp 119, 2 juta, tanggal 2 mei 2006 Rp 741 juta, tanggal 12 november 2006 Rp 50 juta dan tanggal 22 november 2006 Rp 250 juta. Uang tersebut masuk ke yayasan SBF dan yayasan SBF mengirimkan ke beberapa orang termasuk mantan ketua MPR amien rais. Kasus alat kesehatan yang menjerat siti fadilah sudah divonis empat tahun  penjara.