Bagaimana Toy Story Mempengaruhi Pembuatan Film Emoji

Inspirasi bisa datang dari mana saja dan pada saat kapan saja. Begitu pula jika Anda adalah seorang animator yang sedang mencari sumber inspirasi untuk karya Anda. Dikatakan bahwa bila Anda seorang animator yang saat ini sedang mencari inspirasi, maka arahkan pandangan Anda ke Pixar. Ini bukan hal yang curang untuk dilakukan. Ini bukan rahasia lagi untuk mengungkapkan bahwa raksasa animasi tersebut telah memicu banyak cerita kreatif sejak menjalankan epiknya pada tahun 1995. Itulah yang terjadi dengan film Emoji.

Film Emoji Terinspirasi dari Toy Story

Sementara rumah studio seperti Disney, Sony, DreamWorks dan raksasa animasi lainnya telah mengembangkan proses cerita mereka selama bertahun-tahun dan hanya sedikit dari mereka yang takut untuk mengakui bahwa cerita mereka masih berada di bawah standar emas Pixar dimana hal ini kemudian yang telah mendorong mereka untuk menaikkan standar mereka sendiri. Tony Leondis memiliki inspirasi serupa.

Penulis dan sutradara The Emoji Movie yang akan datang membuka kesempatan untuk menceritakan tentang proses pembuatan film animasi komedi dewa poker berbasis aplikasi emoji di ponsel ini, dan dia mengatakan semuanya dimulai dengan Toy Story. Ia mengatakan hal yang akan membuat Anda juga merasa takjub. Berikut ini adalah cuplikan dari apa yang ia katakan:

“Saya sedang memikirkan proyek saya yang berikutnya, dan kenyataan yang sebenarnya, saya seperti (mengatakan pada diri sendiri), ‘Ayo, Toy Story itu sangat bagus. Apa mainan berikutnya? ‘ Apakah itu baik untuk mengatakan hal tersebut? [Tertawa] … Orang-orang berpikir tentang (film) Inside Out, karena ungkapannya, tapi sebenarnya, itu adalah Toy Story. Dan rasanya seperti, ‘Astaga, saya suka mereka membuat film tentang mainan. Apa mainan baru itu? ”

“Dan saya melihat di telepon saya dan melihat para emoji dan berpikir, ‘Oh astaga, emoji adalah mainan baru. Begitulah cara kita mengekspresikan diri kita saat ini. ‘Apa yang saya sukai tentang emoji adalah bahwa di dunia teknologi manusia ini, ekspresi perasaan telah ditemukan caranya agar tetap terhubung, dan ini berarti sesuatu yang penting ketika Anda mendapatkan emoji tertentu. Memang benar. Saat ibuku mengirimiku ciuman, itu sebenarnya membuatku [menjadi hangat]. ‘Awww, ibu mengirimiku ciuman!’

Ide yang Menarik dan Segar

Setiap ide harus dimulai dari suatu tempat. Dan itu adalah hal yang bijak bagi Tony Leondis – yang sebelumnya memiliki kredit animasi termasuk mengerjakan film seperti Igor dan Lilo & Stitch 2 – untuk melihat film yang sangat dicintai banyak orang dan inovatif seperti halnya film Toy Story. Karena saat Pixar pertama kali merilis Toy Story, ide bahwa mainan akan hidup kembali di dalam ruang anak-anak setiap kali anak itu tidak ada, adalah hal yang cukup jenius.

Dan sekarang The Emoji Movie melangkah mundur, melihat lanskap saat ini, dan bertanya, “Apa alat yang relevan yang bisa kita gunakan untuk menceritakan sebuah cerita asli?” Mereka puas dengan emulator yang kami gunakan untuk berkomunikasi di telepon kami. Ini memiliki sedikit kesamaan dengan film Toy Story, dari sisi konsepnya.

Salah satu bidang lain di mana The Emoji Movie menyerupai Toy Story adalah dalam casting aktor suara yang terkenal. Sama seperti kita tidak bisa lagi melihat Buzz Lightyear atau Woody tanpa membayangkan Tim Allen atau Tom Hanks. Tentunya kita tidak yakin akan melihat emoji kotoran lagi tanpa memikirkan Sir Patrick Stewart. Yah, nantikan saja. The Emoji Movie dirilis di bioskop pada tanggal 28 Juli 2017.

Ancaman Virus Baru Di Resident Evil : Vendetta

Tahun 2017 ini, setelah diwarnai oleh Capcom yang meluncurkan Resident Evil 7 dan film Resident Evil: The Final Chapter, kini akan ada Resident Evil: Vendetta. Tentunya dengan khas horror ala zombie. Capcom sudah merilis trailer dalam bahasa inggris dari seri Vendetta ini (setelah sebelumnya telah dikenalkan pada TGS 2015 lalu), serta mempublikasikan klip dengan versi Jepang.

Resident Evil : Vendetta — Virus Baru Mengancam

Resident Evil: Vendetta ini ditayangkan pertama kali di Jepang pada musim semi 2017. Dalam seri itu, akan ada dua karakter judi bola favorit, yaitu Leon S. Kennedy (karakter utama Resident Evil 2, anggota kepolisian Racoon City yang sekarang menjadi agen D.S.O) dan Chris Redfield (karakter utama Resident Evil pertama dan ketua dari anggota BSAA). Mereka akan beraksi di dalam  sebuah mansion besar. Keduanya berada di sana, ternyata untuk memburu Glenn Arias, Arias merupakan pedagang gelap yang menjual virus zombie terbaru, dikenal sebagai “The Trigger Virus”.

Zombie tersebut dapat membedakan siapa kawan dan lawan. Hal yang berbahaya adalah, Glenn Arias ini memiliki rencana untuk membuat outbreak di New York dengan menyebarkan virus itu di depan umum. Masalah tak hanya sampai disitu saja, karena Rebecca Chambers, salah satu veteran dalam Resident Evil, ternyata diculik oleh Glenn Arias. Apakah Chris Redfield dan Leon Kennedy akan menyelamatkan Rebecca? Jika ya, bagaimana caranya? Bagaimana mereka menghadapi outbreak di New York?

Film CGI menampilkan tiga karakter ikonik, Leon, Chris dan Rebecca Chambers yang sudah ditunggu-tunggu oleh para penonton. Ketiga tokoh ini dipastikan akan menjadi jembatan cerita antara Resident Evil 6 dan Resident Evil 7. Dari potongan trailer dapat dilihat kalau film ini penuh dengan ledakan dan aksi, dengan kualitas CGI yang nampaknya menjanjikan, sehingga menarik untuk disaksikan.

Resident Evil : Vendetta Akan Tayang Di Indonesia

Sebelumnya, CGI telah mengeluarkan dua film pendahulu, sebelum Resident Evil Vendetta ini, yaitu Resident Evil: Degeneration (rilis tahun 2008) dan Resident Evil Damnation (rilis tahun 2012). Bagi anda yang tidak mengikuti gamenya, tak perlu khawatir, karena seri Vendetta ini memang mengambil dari cerita orisinal tapi tidak ada kaitannya dengan kejadian yang ada di gamenya. Walaupun begitu, akan tampil karakter lama yang telah diketahui dari seri game yang dikembangkan oleh pihak Capcom.

Para tokoh yang ada dibalik layar pembuatan film Resident Evil Vendetta ini memang tak perlu diragukan lagi. Ya, ada Takanori Tsujimoto yang mengepalai proyek ini. Sebelumnya Tsujimoto pernah menyutradari dua episode serial televisi Ultraman X. Selain itu ada pula Takashi Shimizu, creator film horror Ju-on atau dikenal di barat dengan nama The Grudge. Shimizu bertindak sebagai executive producer. Dua nama tersebut sudah pasti menjamin kualitas dari film ini, aspek horror dan momen mengagetkan akan membumbui serial terbaru.

Film animasi ketiga di franchise Resident Evil, diprediksi akan menghadirkan aksi para zombie yang lebih brutal dan mengerikan dibanding seri sebelumnya. Bagi pecinta game asli yang sebelumnya kecewa live action Resident Evil versi Hollywood, akan merasa senang dan dimanjakan karena akan ada reuni tokoh yang dinantikan.

Distributor pasar untuk Asia Tenggara, ODEX. Mengkonfirmasi kalau Resident Evil: Vendetta akan tayang secara resmi di Indonesia pada tanggal 31 Mei 2017 di CGV-Blitz, Cinemaxx dan Platinum. Sedangkan di Amerika Serikat, akan dilepas di tanggal 19 juni 2017 mendatang. Dalam Vendetta menceritakan kisah Leon, Chris dan Rebecca Chambers. Mereka akan menyelidiki ancaman baru.