Presiden Jokowi Usul Bikin Film G30S PKI Kekinian

Kamu yang hidup besar di era 80an hingga 90an atau yang mengalami Indonesia dalam genggaman pemerintahan Orde Baru dengan Presiden Soeharto sebagai pemimpin, tentu tak asing dengan film G30S PKI. Ya, pada masa itu memang setiap tanggal 30 September malam, seluruh jaringan TV di Indonesia diwajibkan untuk menayangkannya.

Hanya saja perubahan roda politik di Indonesia ketika era Orde Baru digulingkan dan masa Reformasi dimulai, film G30S PKI pun memulai tidur panjangnya dan hanya akan dikenang lewat pita seluloid belaka. Tercatat jika film itu sudah dilarang tayang sejak 1 Oktober 1998. Namun hampir dua dekade berlalu, Presiden Joko Widodo justru membuat usulan mengejutkan dengan pemutakhiran film G30S PKI. Apakah ini artinya pemerintahan Jokowi akan menayangkan ulang film yang kala itu dipandang terlalu memberikan propaganda positif terhadap Soeharto?

Film G30S PKI Untuk Para Millenial

Dengan semakin majunya zaman, generasi 80an dan 90an yang sempat jadi saksi penayangan film G30S PKI memang sudah menua. Kini Indonesia sedang menghadapi generasi milenial (generasi Y) dan generasi Z yang menjadi penerus roda kelangsungan bangsa. Hanya saja dengan usia mereka yang mayoritas masih di bawah 30 dan 20 tahun, tak jarang kalau kedua generasi itu sering dianggap tak paham sejarah.

Salah satu sejarah kelam bangsa yang terlupakan adalah Gerakan 30 September yang jadi pengkhianatan berdarah Partai Komunis Indonesia (PKI). Meskipun kini makin banyak lapisan masyarakat mengadakan acara nobar film G30S PKI, Presiden Jokowi memandang film dengan durasi 3 jam 37 menit itu tak relevan dengan generasi muda masa kini.

Dilansir Merdeka, Jokowi berkomentar, “Akan lebih baik kalau ada versi (film) yang paling baru agar lebih kekinian dan bisa masuk ke generasi-generasi milenial. Karena memang menonton film mengenai sejarah itu penting.”

Pro-Kontra Produksi Kembali Film G30S PKI

Disutradarai Arifin C Noer, film G30S PKI memang masuk sebagai salah satu karya berpengaruh dalam dunia film Indonesia. Menghabiskan anggaran fantastis 800 juta rupiah, film ini menggunakan total 10 ribu pemain utama dan figuran. Disadur dari buku Percobaan Gerakan 30 September di Indonesia, dua karakter utama dalam film judi togel ini yakni sang ketua PKI, DN Aidit diperankan oleh wartawan seniman bernama Syubah Asa. Sementara karakter Mayjend Soeharto dipercayakan pada aktor Amaroso Katamsi.

Menanggapi usulan Jokowi, rupanya pro kontra pun muncul dengan sangat cepat. Sejauh ini partai PPP dan PAN menanggapi dengan positif. Bahkan dua Wakil Ketua DPR RI yakni Fahri Hamzah dari PKS dan Taufik Kurniawan dari PAN mendukung ajakan nonton bareng film G30S PKI. Menurut mereka yang setuju, versi baru film G30S PKI nanti harus bisa meluruskan sejarah dengan membeberkan fakta-fakta sesungguhnya sembari memberikan kewaspadaan kepada generasi kekinian atas kebangkitan komunisme.

Senada dengan mereka, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga menilai film yang menampilkan kengerian Lubang Buaya itu akan jadi pembelajaran bagus untuk generasi muda. Dan jika akan dibuat ulang, TNI pun tidak akan ikut campur. Namun berbeda dengan para politisi dan Jenderal Gatot, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu jusru menolaknya, Ryamizard berdalih jika pelarangan terkait PKI sudah ada dalam Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966. Untuk itu dirinya meminta acara nobar G30S PKI tidak diperbolehkan. Sama seperti Ryamizard, Sidarto Danusubroto selaku Anggota Wantimpres menilai pemutaran film G30S PKI malah memicu kegaduhan dan mengganggu konsentrasi pemerintah membangun bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *