Akhirnya “Putri Salju” dari Jepang Pensiun

Kimiko Date, petenis asal Jepang, menyatakan pensiun sebagai pemain sesudah dirinya tersingkir di babak pertama dalam turnamen wanita Jepang Terbuka yang dihelat pada hari Selasa, 12 September 2017.

Date saat itu dikalahkan oleh Aleksandra Krunic dengan skor 0-6, 0-6. Petenis 46 tahun tersebut langsung saja mengumumkan pada public bahwa ini adalah turnamen terakhirnya. Ia sepertinya menegaskan apa yang sudah disinggungnya di sosial media bulan lalu bahwa dirinya saat ini sulit untuk bermain bebas sejak ia mengalami operasi lutut pada awal tahun ini. Ia sebenarnya mengaku bahwa dirinya mempunyai kenangan yang amat sangat luar biasa.

“Bagi saya sendiri, tentunya hal ini adalah kenangan yang sangat luar biasa di Tokyo. Para penggemar tenis yang ada di kota ini selalu memberikan dukungan untuk saya, seperti pemain dan juga sponsor saya,” ungkapnya. Date adalah pemain yang sangat populer di Jepang. Ia, di awal karirnya selalu tampil sangat stylish sehingga ia mendapatkan julukan Putri Salju atau Snow White. ia juga sudah pernah mencapai tingkat 4 dunia pada bulan November 1995. Namun sayangnya ia mengundurkan diri setahun kemudian setelah itu.

Dan pada tahun 2004, delapan tahun setelah ia mengundurkan diri, ia kembali ke WTA Tour dan juga pernah menempati peringkat domino qiu qiu ke 46 dunia tepatnya pada November 2010. Ia mengungkapkan bahwa tenis adalah olahraga favoritnya. “Tenis adalah olahraga yang sangat indah terutama di sektor Putri. Saya amat sangat menikmatinya bermain di Tur,” ungkapnya.

Hampir Kepala Lima

Keputusan yang diambil oleh Kimiko Date ini sebenarnya bukan karena ia kalah dari petenis asal Serbia, Aleksandra Krunic. Keputusan itu ia berikan sejak lama sudah. Petenis yang lahir pada tanggal 28 September itu sebelumnya sudah menyatakan bahwa Japan Womens bakal menjadi turnamennya yang terakhir. Dan dalam sebuah blog, ia mengunduh sebuah postingan yang menyebutkan bahwa dirinya tidak lagi sebebas sebelum ia mengalami cedera lutut dan mengalami transplatasi tulang rawan.

“Japan Womens akan menjadi turnamen terakhir buat saya dan tantang kedua bagi saya juga sekarang karena saya sudah membuat suatu keputusan yang sangat sulit untuk pensiun,” ungkpanya dilansir dari sebuah situs. Selama ia mendalami karirnya dalam mengayunkan raketnya, ia mencapai beberapa pencapaian yang sangat fantastis. Bahkan tidak hanya di Jepang ia juga mendapatkan penghargaan dan juga kehormatan sebagai pemain tenis terbaik dunia.

Kaki Tuanya Belum Mau Berhenti Berlari

Kimiko Date sendiri sudah mencatatkan dirinya sebagai pemain tenis tertua kedua di sepanjang sejarah Australia Terbuka. Saat ia tampil di putaran pertama dalam turnamen Australia Terbuka tahun 2012, saat itu ia berusia 41 tahun. Usia Date pasalnya kalah dari Beverly Rae yang pada saat tampil ia berada di usia ke 44 yakni pada tahun 1974.

Namun sayang sekali perjuangan petenis asal Jepang itu tidak lama. Ia langsung tersingkir di putaran pertama dan ia disingkirkan oleh Eleni Daniilidou dengan angka 3-6, 2-6. Kekalahan tersebut adalah kekalahan keempatnya berturut-turut dalam empat tahun terakhirnya setelah ia kembali dari absennya ia di tahun 2008.

Date sendiri mengaku bahwa setiap turnamen memiliki makna dan juga memori tersendiri bagi dirinya tak terkecuali turnamen Japan Womens dan juga Australia Terbuka. Saat itu ia menginginkan pensiun pada usia 50 tahun, namun karena alasan medis, ia sekarang harus gantung raket 2 tahun lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *