Kasus Kaesang dianggap Mengada-Ada, Wakapolri Hentikan Kasusnya

Kaesang Pengarep, putra dari Presiden Jokowi memang memiliki channel YouTube sendiri. Ia dikenal banyak orang dari situs YouTube yang ia punya karena sering menciptakan vlog. Sekarang ini nama Kaesang sedang ramai diperbincangkan karena salah seorang netizen melaporkannya ke pihak berwajib karena dugaan kasus penodaan agama dan ujaran kebencian (hate speech). Namun Wakapolri, Komjen Syafrudin menegaskan bahwa kepolisian tidak akan menindaklanjuti kasus dari putra bungsu Presiden Jokowi ini.

Dianggap Mengada-Ada Saja

Syafrudin mengatakan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada hari Kamis (6/7) lalu, “Saya tegaskan bahwa laporan itu mengada ada. Ya, laporannya menmgada-ada. Kami tak akan tidaklanjuti laporan itu.” Syafrudin juga menambahkan bahwa laaporan yang disampaikan oleh Muhammad Hidayat itu tidak lah masuk akal. “Jadi kami, Polri, sebagai penyidik juga musti rasional, jadi tidak semua laporan masyarakat ditindaklanjti. Kalaupun itu rasional, maka itu bisa ditindaklanjuti. Kalau tidak ada, ya tidak perlu,” imbuh Syafrudin lagi.

Pelapor pasalnya melaporkan kata ndeso yang dikatakan oleh Kaesang di video YouTube miliknya. Dan menanggapi kata ndeso yang dijadikan permasalahan oleh pelapor, Syafrudin menilai bahwa kata tersebut bernada kelakar. “Saya pun dari kecil sudah sering dengar omongan ndeso itu, guyonan saja,” ungkapnya.

Pelapor Dipersiksa

Secara terpisah, pelapor akan diperiksa oleg Polres Kota Bekasi, Jawa Barat. Jadwal pemeriksaannya itu hari ini, Jumat (7/7). Kepolisian meminta sang pelapor, Muhammad Hidayat membawa bukti otentik atau bukti fisik yang mendasari laporannya. Dan pada pemeriksaan itu, sosok Kaesang juga akan diperiksa guna klarifikasi. Muhammad Hidayat mengadukan Kaesang pada hari Minggu (2/7) lalu.

“Sampai saat ini belum ada bukti yang diserahkan kepada polisi. Di dunia maya banyak video yang sudah diedit,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, dilansir dari BBBC Indonesia. Laporan yang masuk atas nama Muhammad Hidayat bernomor LP/1049/K/VII/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota. Hidayat sendiri hanya menyantumkan nama Kaesang pada nama terlapor. Ia menuduh Kaesang melanggar pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan juga pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

Argo mengatakan bahwa setelah memeriksa Hidayat, Polresta Bekasi bakal meminta pendapat dari para saksi ahli. Ia pun menambahkan bahwa ada kemungkinan gelar perkara yang bakal menjadi penentu apakah laporan Hidayat ini akan ditindaklanjuti atau tidak ke proses hukum berikutnya.

‘Kasus Hidayat di Kejaksaan’

Mungkin tak banyak public yang tahu bahwa Muhammad Hidayat pasalnya saat ia melaporkan Kaesang pada hari Minggu (2/7) lalu, ia berstatus tersangka untuk dugaan kasus penyebaran ujaran kebencian. Kasus Hidayat, menurut Argo, diperkarakan karena dirinya menuduh Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan melakukan provokasi pada kelompok tertenti pada unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan yang dilangsungkan pada tanggal 4 November 2016 silam.

“Berkas perkaranya sudah kami serahkan juga ke kejaksaan. Suda P19 dan untuk saat ini sudah kami perbaiki juga,” jelas Argo. Hidayat ditetapkan menjadi tersangka akibat video yang diunggahnya pada akun Muslim Friends di YouTube. Di dalam video itu, ia menyebut memiliki bukti provokasi Iriawan kepada FPI (Front Pembela Islam) untuk menyerang HMI (Himpunan Mahasiwa Indonesia).

Aksi yang diberi judul Aksi 411 itu adalah bagian dari dorongan sejumlah ormas Islam kepada kepolisian agar mememnjarakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas kasus penodaaan agama. Dan akhirnya aksi tersebut berakhir ricuh. Dan dalam situs YouTubenya, Hidayat juga menyampaikan permintaan maaf kepada Iriawan. Tapi Argo menyebutkan bahwa video dewa poker itu tak dapat menghapuskan dugaan perbuatan melawan hukum yang Hidayat lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *